RefLeksi CinTa

Seorang lelaki setengah baya lewat, dengan badan rapuh dan muka yang gelap.
Sambil menghela nafas dia berkata, “cinta telah diciptakan untuk melemahkan kekuatan yang aku warisi dari Adam”


Seorang pemuda, tubuhnya kokoh dan kuat, lewat.
Dalam suara nyanyiannya dia berkata, “cinta adalah keteguhan hati yang ditambatkan pada kemanusiaanku, yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu dan masa depan.”


Seorang wanita, matanya sayu, lewat, menghela nafas lalu berkata, “cinta adalah racun yang mematikan, nafas ular hitam berbisa yang menggeliat di neraka, terbang dan berputar di angkasa sampai ia jatuh menutupi embun, hanya untuk dihisap oleh hasunya jiwa. Kemudian mereka mabuk untuk sesaat, diam selama setahun, dan mati untuk keabadian.”


Seorang gadis dengan pipi kemerahan lewat. Sambil tersenyum ia berkata, cinta adalah air mancur yang mengairi jiwa sang pengantin perempuan dan menuangi jiwa-jiwa kekuatan, membuat mereka mendaki dalam doa di antara bintang-bintang malam, dan menyanyikan lagu suka cita di hadapan matahari saat ini.”


Seorang lelaki dengan baju hitam dan jenggot lewat. Dengan muka masam dia berkata, “cinta adalah ketakpedulian kita yang berasal dari masa muda dan berakhir bersama penghabisannya.”

Seorang laki-laki tampan dengan roman muka yang jujur dan gembira berkata, “cinta adalah pengetahuan surga yang menyinari mata kita dan menunjukkan segala sesuatu sebagaimana Tuhan melihatnya.”

Seorang lelaki buta lewat, mengetuk tanah dengan tongkatnya, menangis dan berkata, “cinta adalah halimun tipis yang melingkupi jiwa dalam setiap sisinya dan menyelubungi kerangka keberadaannya atau membiarkan jiwa hanya melihat hantu dalam gairahnya yang berkeliling di antara karang, tak mendengar suara tangisnya sendiri yang menggema dalam lembah.”

Seorang pemuda membawa gitar lewat dan bernyanyi, “cinta adalah cahaya magis yang bersinar dari kedalaman perasaan manusia dan menyinari sekelilingnya. Engkau lihat dunia sebagai perjalanan menuju taman hijau, hidup seperti mimpi yang menyenangkan, ditegakkan di antara kesadaran dan kesadaran.”


Seorang lelaki tua lewat. Tubuhnya bungkuk dan kakinya terseret seperti sehelai kain. Dengan suara gemetar ia berkata, “cinta adalah peristirahatan untuk tubuh dalam keheningan pusara. Kedamaian untuk jiwa di kedalaman keabadian.”


Seorang anak kecil berumur lima tahun lewat dan tertawa kepadaku, “cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang tahu tentang cinta.”


Hari berganti, Orang-orang melewatiku. Setiap orang menggambarkan dirinya pada saat berbicara cinta, membuka harapannya dan menceritakan misteri kehidupan.Ketika malam tiba dan orang-orang tetap berjalan, aku mendengar suara dari dalam kuil, “cinta mempunyai dua sisi: satu sisi kesabaran dan yang lainnya nafsu. Cinta adalah sesuatu yang menyala.”


*taken from kahlil gibran*
Dan Seorang Ndah yang ndut berkata, “cinta adalah suatu yang mendebarkan hati, membuat ngilu saat bertemu dan ada suatu chemistry antara keduanya” *have u finded ndah * hiks hiks
Advertisements

2 thoughts on “RefLeksi CinTa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s