Repotnya bikin passport

Pertama datang ngisi form, berhubung ada satu syarat yang gak lengkap maka berkas² tak titipin sama sri jadinya tanggal 6 Januari berkas dah masuk dan selasa 12 Januari tinggal foto dan wawancara.

Maka datanglah saya siang itu, nyampe sana pas jam 12 pas kantor istirahat, baiklah nunggu 1 jam an trus antri di ruang belakang buat foto, dah nunggu sampe hampir jam 2 an ternyata musti lapor dulu ke loket 2 haiyah kirain kalo nyuruh foto tanggal itu form dah ada dibelakang *welehweleh*

Balik lagi ke depan, tanya loket 2 form saya, dan jawabannya nganyelin huh, katanya nunggu ACC bos nya *sigh* padahal dah dicari² gak ada tuh dokumenku, pake ngeles aja huh

Jam 3 an dokumen dah ketemu tinggal nunggu foto, hmmm sekitar jam 4 an baru foto trus wawancara langsung bayar sesuai tarif Rp. 270.000 katanya tinggal ambil di loket 2, baiklah gak ada orangnya alias sepi, nunggu sebentar truss pas bilang mo ambil passportnya bilang bapaknya itu lagi Jumat mbak baru bisa diambil!!

KANTOR IMIGRASI KLAS II

PATI

K

antor Imigrasi Klas II Pati  merupakan instansi baru yang dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Keha-kiman dan HAM RI Nomor M.05-PR.07.04 Tahun 2002 tanggal 28 September 2002. Menteri Kehakiman dan HAM RI mencanangkan secara langsung pembentukan 14 Kantor Imigrasi baru, termasuk Kantor Imigrasi Klas II Pati pada peringatan hari Dharma Karya Dika pada tanggal 30 Oktober 2002 di Departemen Kehakiman Jakarta. Wilayah Kantor Imigrasi Klas II Pati meliputi 4 (empat) Kabupaten yang terdiri dari antara lain :

1.     Kabupaten Pati meliputi : 21 Kecamatan, 5 Kelurahan dan 400 Desa.

2.      Kabupaten Rembang meliputi : 14 Kecamatan, 5 Kelurahan dan 288 Desa.

3.     Kabupaten Blora meliputi : 16 Kecamatan, 4 Kelurahan dan 271 Desa.

4.     Kabupaten Jepara meliputi : 14 Kecamatan, 11 Kelurahan dan 183 Desa.

Jika dilihat dari segi jarak tempuh, maka jarak tempuh antara kota Pati dengan kota Semarang sekitar 78 km yang dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Sementara jarak kota Pati dengan kota Surabaya sekitar 275 km dengan waktu tempuh 4,5 jam. Sedangkan jarak antara kota Pati dengan Surakarta melalui Purwodadi adalah 120 km dan jarah tempuh sekitar 3,5 jam.

Meskipun secara Yuridis Kantor Imigrasi Klas II Pati telah diben-tuk pada tanggal 28 September 2002, namun hingga saat ini masih dilakukan perbaikan-perbaikan dan renovasi gedung, serta meleng-kapi berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pemberian pelayanan keimigrasian.

Walaupun Kantor Imigrasi Klas II Pati belum diresmikan, namun Kantor Imigrasi Klas II Pati telah melaksanakan operasional penuh baik dibidang Substantif maupun Fasilitatif sejak tanggal 23 Juni 2003. Kantor Imigrasi Klas II Pati menempati lokasi di dalam Area Kantor Eks Karisidenan Pati menggunakan bekas Gedung Kas Negara berada di jalan Panglima Sudirman No.52 Pati yang merupakan Asset Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, Luas tanah 450 m? luas bangunan 365 m? dengan hak pakai pinjam berdasarkan berita acara Berita Acara Pemakaian No.011/198/2003 tertanggal 10 April 2003.

Wilayah kerja Kantor Imigrasi Pati cukup strategis karena terletak di jalur Pantai Utara Jawa, dan juga terdapat beberapa Industri Mebel khususnya di Jepara dan telah di kembangkan  pula  di  wilayah   Kabupaten   Rembang, sehingga wilayahnya telah berkembang secara signifikan. Dengan potensi ini keberadaan Kantor Imigrasi Klas II Pati sudah jelas menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja sebagaimana tersebut diatas, karena selama ini masyarakat yang memerlukan pelayanan keimigrasian baik pelayanan WNI maupun pelayanan WNA harus pergi ke Kantor Imigrasi Semarang yang jaraknya cukup jauh dari masing-masing  wilayah    kerja

Kantor Imigrasi Klas II Pati tersebut diatas. Oleh karena itu dibentuknya Kantor Imigrasi Klas II Pati ditujukan untuk  mendekatkan pelayanan keimi-grasian. Dengan dibukanya Kantor Imigrasi Klas II Pati berarti masyarakat akan lebih mudah memperoleh pelayanan sekaligus memudahkan pelak-sanaan tugas dan fungsi keimigrasian dalam melak-sanakan pengawasan kebe-radaan orang asing di wilayah kerja tersebut. Pelayanan keimigrasian sebagai salah satu bagian dari fungsi Kantor Imigrasi Klas II Pati dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat, tanpa mengabaikan pelaksanaan fungsi pengawasan dan penegakan hukum. Agar masyarakat tidak merasa terbebani dan dapat mengontrol pelaksanaan pelayanan oleh Kantor Imigrasi Klas II Pati, maka pelayanan keimigasian diberikan dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Kesederhanaan : diterapkan, melalui penyediaan loket pelayanan sehingga masyarakat hanya berhubungan dengan petugas loket.
  2. Kejelasan dan Kepastian : diterapkan dengan pembekuan prosedur dan persyaratan permohonan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Keamanan dan Kenyamanan : dengan menyediakan fasilitas ruang tunggu yang cukup luas yang dilengkapi dengan tempat duduk, kipas angin, televisi, toilet yang terawat, mushola serta penyediaan tempat parkir yang memadai.
  4. Keterbukaan Informasi : dengan memasang papan petunjukatau informasi mengenai persyaratan permohonan, daftar bea Imigrasi dan prosedur pelayanannya serta menyediakan kotak saran untuk pemohon.
  5. Efisien : untuk menghindari terjadinya duplikasi persyaratan.
  6. Ekonomis : pembayaran bea imigrasi sesuai dengan ketentuan dan dengan penerapan prinsip kesederhanaan, pemohon tidak perlu mondar mandir ke Kantor Imigrasi.
  7. Keadilan yang merata : semua pemohon diperlakukan sama tanpa ada perbedaan dan penyelesaian permohonan dilakukan sesuai dengan urutan penerimaan permohonan.
  8. Ketepatan Waktu : proses permohonan pelayanan keimigrasian diselesaikan dalam waktu 1-3 hari.

Penerapan prinsip-prinsip pelayanan tersebut di Kantor Imigrasi Klas II Pati dapat dilihat dalam kebijakan pelayanan keimigrasian yang menerapkan : Kebijakan satu pintu (one gate policy) yang artinya bahwa permohonan masuk melalui loket dan setelah selesai diambil kembali melalui loket yang sama, permohonan dikerjakan seperti ?ban berjalan? yang artinya bergerak secara otomatis ke unit-unit kerja terkait tanpa harus menunggu pemohon.

Otomatisasi pekerjaan melalui penerapan sistem komputerisasi pelayanan keimigrasian secara terpadu dengan menggunakan komputer sebagai work station di masing-masing unit kerja yang saling berhubungan dan datanya disimpan dalam sebuah komputer yang berfungsi sebagai server.

kutipan itu saya ambil dari sini

menurut kalian?? *tuingtuing*

Penderitaan hari itu tidak berhenti, karena pulang dari Pati kesorean, walhasil nyampe kudus gak dapet bis ke Jepara, hiks rasanya pengen nangis, udah kemaleman, hujan pula .. akhirnya naik ojek deh pulang ke rumahnya … oh tidaaaak katanya cewek haram yak naek ojek??

terserah lah yang penting saya selamat sampe rumah, dan tukang ojek nya gak aneh-aneh

Advertisements

7 thoughts on “Repotnya bikin passport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s